Alamat
CM3C+6F9, Jl. Perkutut, Vim, Kec. Abepura, Kota Jayapura, Papua 99225
Alamat
CM3C+6F9, Jl. Perkutut, Vim, Kec. Abepura, Kota Jayapura, Papua 99225

Kendari, LPTQ — Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kota Kendari merupakan ajang penting bagi kafilah Provinsi Papua. Walaupun prestasi turun dibanding STQHN 2 tahun sebelumnya, namun salah satu peserta yaitu Qori Anak-anak Putra, Muhammad Febrian Nasution, berhasil menembus peringkat 10 besar nasional dari 34 peserta terbaik se-Indonesia.
Salah satu pelatih kafilah Papua, Muhammad Rum Ramadhan, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut. Ia menyebut STQH Nasional kali ini menjadi pengalaman berharga sekaligus awal yang baik bagi dirinya sebagai pelatih kafilah Papua.
“STQH Nasional menjadi awal yang baik bagi saya sebagai pelatih. Banyak sekali pengalaman dan ilmu tambahan yang saya dapatkan di ajang bergengsi ini,” ujarnya, Jumat (17/10/2025).
Rum menuturkan, persiapan yang dilakukan bersama Febrian berlangsung cukup singkat, dimulai sejak Januari 2024 hingga menjelang pelaksanaan STQH. Namun, hasil yang diraih sudah sangat membanggakan, baik bagi dirinya sebagai pelatih maupun bagi kafilah Provinsi Papua.
“Capaian ini tidak terlepas dari dukungan orang tua, Pemerintah Provinsi, Kanwil Kemenag Papua, LPTQ Papua, serta doa masyarakat Papua. Febrian memiliki mental yang luar biasa, tampil berani, dan penuh percaya diri di panggung nasional,” ungkapnya.
Menurut Rum, keberhasilan Febrian di cabang Tilawah Anak-anak Putra menjadi bukti bahwa Papua patut diperhitungkan dalam kompetisi nasional bidang tilawah. Meski demikian, ia menilai masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki untuk persiapan menuju Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional tahun mendatang.
“Setelah kembali ke Papua, pelatihan akan ditingkatkan agar ke depan hasilnya bisa lebih maksimal. Saya melihat Febrian memiliki sesuatu yang istimewa dibanding peserta lain. Insya Allah, suatu saat nanti ia akan benar-benar mengharumkan nama Papua di tingkat nasional,” tegasnya.
Sebagai pelatih, Rum juga berharap LPTQ Provinsi Papua dapat rutin melaksanakan pembinaan khusus bagi para Qori dan Qoriah, dengan menghadirkan pelatih nasional, atau mengirim peserta potensial mengikuti pelatihan intensif 3–4 bulan sebelum kompetisi nasional berlangsung.
Sementara itu, Muhammad Febrian Nasution, peserta cabang Tilawah Anak-anak Putra, turut menyampaikan rasa syukurnya dapat tampil di ajang nasional.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa tampil di panggung nasional. Tidak mudah untuk sampai ke jenjang ini. Banyak waktu dan tenaga yang saya serta orang tua korbankan agar bisa menjadi Qori terbaik,” ungkap Febrian.
Ia juga menyampaikan pesan kepada LPTQ Provinsi Papua agar terus melakukan pembinaan berkelanjutan bagi para Qori dan Qoriah muda.
“Saya berharap LPTQ terus memberikan pembinaan agar cita-cita kami untuk mengharumkan nama Papua di ajang nasional dapat terwujud,” pungkasnya.